KOTA BEKASI – Rapat Kerja (Raker) Sahabat MUI di Asrama Haji Kota Bekasi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi dalam merumuskan langkah strategis untuk mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus mempererat ukhuwah antaranggota Sahabat MUI agar mampu menghadirkan program kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tri menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih perlu mendapat perhatian, salah satunya praktik perjudian yang disebut masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Bekasi Utara. Ia juga menyampaikan perlunya pendekatan sosial dan pembinaan dalam menghadapi berbagai fenomena di masyarakat.

Tri mengajak Sahabat MUI mengambil peran aktif dalam memperkuat edukasi serta membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama. Sahabat MUI memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Bekasi yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Tri.

Ia mengatakan, kekompakan lima komponen anak bangsa di Kota Bekasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan. Dengan semangat gotong royong, setiap tantangan dapat diselesaikan secara bertahap.

Selain membahas persoalan sosial, Tri juga memaparkan tantangan di bidang pendidikan. Ia menyebutkan, Kota Bekasi masih membutuhkan penambahan ruang belajar karena jumlah siswa dalam satu kelas masih cukup tinggi.

Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Di sisi lain, sejumlah sekolah swasta memiliki tenaga pengajar yang cukup namun menghadapi kendala jumlah peserta didik. Karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah negeri dan swasta agar layanan pendidikan dapat berjalan seimbang.

Pemerintah Kota Bekasi juga terus mengembangkan program pendidikan sepanjang hayat melalui Sekolah Lansia dengan jenjang pembelajaran S1, S2, hingga S3. Program ini menjadi wadah agar warga lanjut usia tetap aktif dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Tri turut mengungkapkan rencana pembangunan 12 sekolah khusus disabilitas di Kota Bekasi. Program tersebut telah dibahas bersama DPRD Kota Bekasi sebagai upaya memperluas akses pendidikan inklusif.

Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Kota Bekasi diharapkan mampu terus berkembang menjadi daerah yang nyaman, inklusif, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *