BOGOR – IPB University menegaskan tidak terlibat dalam operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kampus menekankan perannya berada di ranah riset, kajian akademik, dan penguatan sistem pemenuhan gizi nasional.

Penegasan itu disampaikan dalam forum dialog terbuka antara pimpinan IPB dan mahasiswa di Gedung Startup Center, Kampus Taman Kencana, Bogor.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyebut sejak awal kampus tidak mengambil peran operasional karena mempertimbangkan risiko teknis dan keamanan pangan.

“IPB memilih peran strategis, bukan operasional dapur,” ujarnya.

Peran strategis tersebut dijalankan melalui Center of Excellence (CoE) Pemenuhan Gizi Nasional bersama Bappenas, Badan Gizi Nasional, Unicef, dan mitra lainnya. Fokusnya mencakup riset, standar mutu, pelatihan, hingga sistem pengawasan berbasis data.

Sementara itu, operasional SPPG dijalankan oleh PT Bogor Life Science and Technology (BLST) melalui yayasan berbadan hukum terpisah dari kampus.

Direktur BLST, Dr Luhur Budijarso, menyebut model yang dibangun juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pangan dan melibatkan petani, peternak, serta UMKM lokal.

IPB juga menegaskan SPPG tidak berada di dalam kampus dan tidak menggunakan fasilitas akademik.

Forum dialog ini disebut sebagai upaya meredam misinformasi dan membuka ruang klarifikasi antara kampus dan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *