KOTA BEKASI – Forum Anak Kota Bekasi (FORAKSI) menjadi salah satu sorotan dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Bekasi yang berlangsung di Plaza Patriot Candrabhaga, Minggu (2/8/2026). Melalui forum binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi ini, anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Mengangkat tema “Dream Big, Shine Bright” (Berani Bermimpi, Wujudkan Cita-Cita), peringatan HAN 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan pertunjukan seni, tetapi juga menegaskan pentingnya hak anak untuk didengar.

Hal itu terlihat dari pembacaan Deklarasi Kebebasan Bersuara pada Anak yang dilanjutkan dengan penandatanganan Papan Putih Kebebasan Suara Anak oleh para pimpinan daerah. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membuka ruang partisipasi bagi anak-anak.

Sebagai wadah resmi partisipasi anak, FORAKSI selama ini aktif mendorong anggotanya menjadi pelopor sekaligus pelapor dalam berbagai isu perlindungan anak. Melalui pembinaan DP3A Kota Bekasi, forum ini juga mengajak anak-anak lebih peduli terhadap persoalan pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pencegahan kekerasan dan perundungan.

Perayaan Hari Anak Nasional turut dimeriahkan dengan jalan sehat, penampilan polisi cilik, marching band, tari budaya, komunitas push bike, serta berbagai lomba kreativitas yang melibatkan anak-anak dari berbagai wilayah Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. Sardi Efendi, Bunda FORAKSI Wiwiek Hargono, Kepala DP3A Kota Bekasi Ridwan AS, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, serta komunitas pemerhati anak.

Tri Adhianto menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya, mulai dari lingkungan yang aman hingga kesempatan berkembang sesuai potensi masing-masing.

Melalui FORAKSI, Pemerintah Kota Bekasi berharap suara anak semakin diperhitungkan dalam setiap proses pembangunan. Sebab, membangun kota yang ramah anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari anak-anak sebagai generasi penerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *