KOTA BEKASI – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 dapat menjadi momentum bagi Kota Bekasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi olahraga sekaligus mengembangkan wisata berbasis aktivitas olahraga atau sport tourism.
Potensi tersebut muncul seiring besarnya skala Porprov yang akan digelar pada 7–20 November 2026. Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Bogor menjadi daerah penyelenggara dengan total 95 subcabang olahraga dan 1.156 nomor pertandingan.
Selama penyelenggaraan, ribuan atlet, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, panitia, keluarga peserta hingga penonton akan bergerak menuju berbagai venue. Mobilitas tersebut otomatis menciptakan kebutuhan terhadap akomodasi, transportasi, makanan, perlengkapan olahraga dan berbagai layanan lainnya.
Dampaknya berpotensi dirasakan hotel, restoran, pusat perdagangan, jasa transportasi, penyedia perlengkapan olahraga hingga pelaku UMKM.
Dalam konteks yang lebih luas, Porprov dapat menjadi penghubung antara kegiatan olahraga dengan aktivitas ekonomi kota. Kebijakan olahraga nasional yang didorong Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir juga mengarahkan olahraga sebagai kegiatan produktif yang mampu membangun pasar dan menciptakan peluang usaha.
Peluang lainnya berada pada sektor sport tourism. Kehadiran peserta dan penonton dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kuliner, ruang publik, produk lokal maupun berbagai destinasi di sekitar wilayah penyelenggara.
Eksposur tersebut dapat diperkuat melalui media digital. Media daring, kreator konten, influencer dan akun komunitas dapat menghadirkan cerita Porprov melalui pertandingan, profil atlet, venue, aktivitas suporter hingga suasana kota.
Bagi Kota Bekasi, pengembangan ekonomi olahraga memiliki hubungan dengan visi Sport City. Sejumlah fasilitas yang dibangun maupun diperbaiki untuk Porprov dapat menjadi aset penting apabila tetap digunakan secara aktif setelah November 2026.
Venue dapat menjadi lokasi kompetisi reguler, latihan atlet, kegiatan komunitas maupun event olahraga lain yang mendatangkan peserta dan penonton dari luar daerah.
Dengan demikian, keberhasilan Porprov tidak hanya dapat dilihat dari kelancaran pertandingan dan perolehan medali. Tantangan berikutnya adalah memastikan venue tetap produktif, kalender kompetisi berjalan konsisten serta komunitas dan pelaku usaha terlibat dalam ekosistem olahraga.
Jika kesinambungan tersebut terjaga, Porprov dapat menjadi salah satu titik awal pertumbuhan industri olahraga yang lebih kuat di Kota Bekasi.
