JOMBANG – Kepastian pasokan benih dan pembeli hasil panen menjadi perhatian petani Desa Sugihwaras, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam menyambut kemitraan yang didukung IPB University. Kerja sama tersebut memadukan penyediaan benih unggul dengan pendampingan teknis, penguatan koperasi, serta pengembangan jaringan pemasaran.
Perwakilan petani, Bahruddin, menyatakan bahwa rencana penanaman padi varietas IPB 13S dan IPB 15S mendapat sambutan positif. Menurutnya, dukungan yang menyertai penyediaan benih memberikan ketenangan bagi petani dalam mempersiapkan kegiatan budi daya.
“Kami para petani sangat menyambut baik rencana penanaman varietas IPB 13S dan IPB 15S ini. Selain potensi hasilnya yang tinggi, ketersediaan benih unggul yang disertai pendampingan teknis dan kepastian pembeli dari jejaring koperasi memberi kami ketenangan serta kepastian harga,” ujarnya.
Bahruddin juga berharap pendampingan dan kemitraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, koperasi yang dibentuk diharapkan benar-benar mandiri serta mampu membantu meningkatkan taraf hidup petani Desa Sugihwaras.
IPB University melalui Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) memastikan pasokan benih dalam kemitraan yang melibatkan Pondok Pesantren Fathul Ulum, Koperasi Produsen Industri Kreatif Modern, Gapoktan Desa Sugihwaras, dan PT Botani Seed.
Petani akan mendapat pendampingan teknis budi daya secara berkala. Bersamaan dengan itu, penguatan koperasi produsen dan kesiapan sarana pengolahan hasil panen menjadi bagian dari pengembangan usaha pertanian setempat.
Dalam Pelatihan Tata Kelola Kelembagaan pada 10 Oktober 2026, Sekretaris CIBEST IPB University, Rahmat Yanuar, menekankan pentingnya pengelolaan koperasi yang terstruktur.
Ia menjelaskan bahwa koperasi dapat membantu menjamin pasar, menghubungkan petani dengan mitra bisnis, menekan biaya operasional, serta memfasilitasi akses permodalan. Negosiasi harga sebelum masa tanam juga menjadi salah satu peran yang dapat dijalankan melalui kelembagaan tersebut.
Rahmat menambahkan bahwa transparansi dan keterbukaan informasi diperlukan karena koperasi merupakan milik bersama para petani. Prinsip tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggota.
Pengembangan pasar akan dilakukan melalui distribusi beras ke jejaring ritel serta pemenuhan gabah untuk Unit Bisnis Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Kemitraan juga mencakup penyediaan pupuk nonsubsidi dan pupuk cair.
Pada tahap pascapanen, Rice Milling Unit Desa Sugihwaras ditargetkan beroperasi penuh pada akhir Oktober 2026. Fasilitas tersebut didukung vertical dryer berkapasitas 10 ton melalui bantuan Bank Indonesia, jaringan listrik penunjang, serta armada traktor pengolah lahan.
