KOTA BEKASI – Nilai transaksi dan pendapatan sementara Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 mencapai Rp334.956.923 hanya dalam dua hari pertama penyelenggaraan. Angka tersebut tercatat dari aktivitas ekonomi pada 9–10 Oktober 2026, sementara kegiatan berlangsung hingga 11 Oktober.

Capaian ini menjadi salah satu hasil dari penyelenggaraan BCFM yang mempertemukan pelaku industri fesyen, perajin, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kreatif, serta mitra usaha dalam satu kegiatan.

Pemerintah Kota Bekasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi menggelar BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Berbeda dari kegiatan peragaan busana yang hanya berfokus pada penampilan koleksi, BCFM juga menyediakan ruang promosi dan aktivitas komersial melalui bazar produk kreatif.

Berbagai kegiatan diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari fashion show karya desainer lokal, penampilan pengurus Dekranasda bersama atlet PORPROV, hingga peragaan busana yang melibatkan perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), sponsor, dan organisasi perempuan.

Penyelenggara turut menghadirkan fashion show inklusif bagi penyandang disabilitas, serta kegiatan keterampilan, diskusi, pertunjukan seni budaya, dan hiburan musik.

BCFM 2026 mengusung tema “Langkah Berani Warisan Lokal di Panggung Juara” dengan konsep Sporty and Dynamic – Road to PORPROV 2026.

Konsep tersebut dikaitkan dengan persiapan Kota Bekasi menyambut Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026 pada November mendatang.

Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menegaskan pentingnya menjadikan kreativitas sebagai peluang pengembangan usaha.

“BCFM bukan hanya tentang menampilkan karya di atas panggung, tetapi bagaimana kreativitas mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Wiwiek juga menyampaikan bahwa pencapaian transaksi menjadi dorongan bagi Dekranasda untuk terus mendukung para desainer, perajin, serta pelaku UMKM agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Meski demikian, angka Rp334,9 juta tersebut belum dapat disebut sebagai total akhir transaksi BCFM 2026.

Penyelenggara masih menyelesaikan rekapitulasi kegiatan selama tiga hari sehingga nilai transaksi keseluruhan berpotensi mengalami penambahan.

Melalui penyelenggaraan BCFM, Pemerintah Kota Bekasi dan Dekranasda berupaya memperluas ruang pemasaran karya lokal sekaligus mendorong kolaborasi antara sektor fesyen, ekonomi kreatif, dan olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *