BOGOR – Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet memperkuat kolaborasi riset bersama Bridgestone Corporation untuk mengembangkan tanaman karet berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi mikrobiom.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi pertanian yang mampu meningkatkan kesehatan tanaman, produktivitas, sekaligus kemampuan adaptasi tanaman karet terhadap perubahan lingkungan.

Kolaborasi IPB University dan Bridgestone Corporation ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dr Alim Setiawan Slamet dan Executive Director Bridgestone Corporation Dr Masashi Otsuki di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Pertanian IPB University juga menandatangani memorandum of agreement (MoA) dengan Bridgestone Corporation untuk memperkuat pelaksanaan penelitian bersama.

Dr Alim Setiawan Slamet mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk penguatan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan mitra internasional dalam menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata.

Menurutnya, industri karet alam saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyakit tanaman, peningkatan produktivitas, hingga tuntutan pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan.

“IPB, Bridgestone, dan Nagoya University membangun kemitraan yang menghubungkan dunia akademik, industri, serta kerja sama internasional untuk menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Alim.

Dalam kolaborasi tersebut, Nagoya University turut berperan sebagai mitra strategis dengan keunggulan di bidang bio-agricultural sciences. IPB University memberikan kontribusi melalui kepakaran di bidang pertanian, biosains tropika, dan kesehatan tanaman, sementara Bridgestone menghadirkan pengalaman panjang dalam industri karet global.

Dekan Fakultas Pertanian IPB University Prof Suryo Wiyono menjelaskan, penelitian difokuskan pada pengembangan mikrobiom tanaman karet, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup di sekitar akar tanaman.

Menurutnya, mikrobiom memiliki potensi untuk membantu meningkatkan pertumbuhan, produksi, serta kemampuan adaptasi tanaman karet. Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan perkebunan karet yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Hasil penelitian ini ditargetkan dapat diterapkan pada area perkebunan karet seluas sekitar 50 ribu hektare di Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan.

Melalui kerja sama tersebut, IPB University berharap inovasi berbasis mikrobiom dapat memperkuat daya saing industri karet Indonesia sekaligus menjawab tantangan pertanian masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *