KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman agama. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan setiap pembangunan rumah ibadah mendapatkan kepastian hukum selama memenuhi aturan yang telah ditetapkan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik TNI–Polri St. Ignatius Jatisari, Paroki Kampung Sawah, Keuskupan Agung Jakarta, di Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia Drs. Suparman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi, tokoh agama, serta para jemaat.

Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian hukum terhadap pembangunan rumah ibadah yang telah memenuhi seluruh persyaratan.

Menurutnya, setiap proses pembangunan harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, memperhatikan kondisi sosial masyarakat, serta mengedepankan nilai kebersamaan agar kerukunan tetap terjaga.

“Pemerintah hadir untuk memberikan kepastian hukum. Sejalan dengan visi Nyaman Kotanya, Sejahtera Warganya, setiap rumah ibadah memiliki hak untuk dibangun sepanjang seluruh persyaratan dan mekanisme yang berlaku telah ditempuh,” ujar Tri.

Ia berharap Gereja Katolik TNI–Polri St. Ignatius Jatisari nantinya tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan, membangun karakter umat, dan menanamkan nilai kebangsaan.

Selain pembangunan fasilitas keagamaan, Tri juga mengajak seluruh pihak untuk memperhatikan aspek lingkungan. Ia mendorong agar kawasan gereja ditata menjadi ruang yang hijau dan nyaman melalui gerakan penanaman pohon.

Tri menyampaikan bahwa Kota Bekasi terus berupaya mempertahankan predikat sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia. Saat ini, Kota Bekasi masuk dalam lima besar daerah dengan indeks toleransi terbaik secara nasional.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Kampung Sawah dan Jatisari yang selama ini mampu menjaga kehidupan berdampingan dengan semangat gotong royong.

Menurutnya, keberagaman yang tumbuh di wilayah tersebut menjadi contoh bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Kota Bekasi yang aman, damai, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *