KOTA BEKASI — Keita Adhitya Aisha harus melewati rangkaian pemantauan dan seleksi sebelum memperoleh tempat dalam tim wushu Kota Bekasi untuk Porprov XV Jawa Barat 2026. Kemampuan teknik saja tidak cukup. Kondisi fisik, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi pertandingan turut menentukan kelolosannya.
Dalam wawancara eksklusif dengan TweetBekasi, Senin (10/8/2026), Keita mengatakan proses tersebut bermula dari pemantauan prestasi atlet di tingkat klub. Ia kemudian mengikuti Seleksi Kota yang digelar Pengurus Cabang Wushu Kota Bekasi.
Para peserta menjalani penilaian teknik jurus, kemampuan fisik, disiplin latihan, dan performa dalam simulasi pertandingan. Keita yang dinyatakan lolos selanjutnya mengikuti Pemusatan Latihan Cabang hingga ditetapkan sebagai wakil Kota Bekasi.
Pada Porprov yang berlangsung November mendatang, atlet berusia 18 tahun itu akan bertanding di nomor duilian kategori taolu.
Perjalanan Keita menuju arena Porprov dibangun melalui latihan selama tujuh tahun. Ia berlatih bersama Patriot Martial Arts di bawah arahan Muhammad Abdul Harist, seorang atlet wushu nasional.
Keita sebelumnya memiliki latar belakang gimnastik artistik. Ketika melihat kegiatan ekstrakurikuler wushu di sekolah, ia menemukan jenis olahraga yang memadukan kemampuan akrobatik dengan seni bela diri. Ketertarikan tersebut tumbuh menjadi komitmen untuk menjalani wushu sebagai atlet.
Menghadapi Porprov 2026, Keita meningkatkan kekuatan fisik, stamina, ketajaman teknik, dan penguasaan detail jurus. Kesiapan mental turut dilatih agar ia mampu menjaga ketenangan dan menampilkan rangkaian gerakan secara optimal.
Keita bukan pendatang baru di arena Porprov. Pada 2022, ia meraih medali perak Women’s Duilian. Rekam prestasinya juga mencakup dua emas pada Indonesia Wushu League 2025 serta dua perak pada Kejurnas Wushu Kungfu 2026.
Pencapaian di bidang olahraga turut membawanya meraih beasiswa penuh jalur atlet di Universitas Esa Unggul. Keita kini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Gizi.
Ia mengajak anak muda, terutama perempuan, tidak takut mencoba olahraga bela diri. Menurut Keita, wushu memiliki keindahan gerak sekaligus bermanfaat dalam membangun kekuatan fisik dan mental.
