DENPASAR – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa perkembangan ekonomi berbasis kecerdasan artifisial (AI) memperluas cakupan kedaulatan negara. Kendali terhadap jaringan data, pusat data, kapasitas komputasi, dan talenta teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga kepentingan strategis Indonesia.

Menurut Nezar, kedaulatan tidak lagi hanya berkaitan dengan wilayah darat, laut, dan udara. Kemampuan membangun, mengelola, serta mengamankan ekosistem digital juga perlu diperkuat seiring meningkatnya peran teknologi dalam kegiatan ekonomi.

“Indonesia tetap terbuka pada kolaborasi global, teknologi global, dan juga investasi global. Namun, keterbukaan itu harus berjalan bersama kemampuan untuk menjaga dan mengendalikan hal-hal yang strategis bagi bangsa,” tegas Nezar dalam Sovereign Tech Summit 2026 di Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menetapkan empat agenda yang akan melibatkan pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), pelaku industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi.

Agenda pertama adalah penyusunan dokumen pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional dalam 30 hari ke depan. Kemkomdigi bersama asosiasi industri akan merangkum hasil seluruh panel menjadi bahan penyusunan rencana aksi.

Jaringan serat optik, kabel laut, dan satelit termasuk dalam cakupan pemetaan. Dokumen tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, tantangan konektivitas, dan kesempatan mengoptimalkan infrastruktur yang telah dibangun.

Agenda berikutnya adalah pengembangan inisiatif percontohan atau proof of concept. Pemerintah dan industri akan berkolaborasi dalam adopsi teknologi serta pemanfaatan infrastruktur digital, dengan melibatkan BUMN, korporasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Setiap inisiatif diarahkan memiliki pembagian tanggung jawab, target, dan jadwal yang jelas. Melalui pendekatan ini, investasi infrastruktur diharapkan dapat menghasilkan layanan serta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian.

Penguatan talenta dan inovasi AI menjadi agenda ketiga. Kerja sama industri, lembaga riset perguruan tinggi, dan komunitas akan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung pemanfaatan teknologi.

Adapun agenda keempat adalah penyelarasan regulasi dan investasi dengan perkembangan teknologi. Kemkomdigi akan meninjau kebijakan yang berlaku, termasuk untuk merespons perkembangan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO).

Nezar menyebut keempat agenda itu saling berkaitan dengan tiga pilar Bali Tech Week 2026. Ketiganya menekankan pembangunan infrastruktur yang andal, pemanfaatan AI yang berdampak nyata, serta pembentukan ekosistem digital yang aman dan tepercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *