KOTA BEKASI – Pengurus Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Cabang Kota Bekasi masa bakti 2025–2030 diminta menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata bagi warga lanjut usia. Program organisasi perlu memberi kesempatan kepada lansia untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan berkarya.

Arahan itu disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto setelah mengukuhkan kepengurusan LLI di Aula Nonon Sonthanie, Kompleks Pemerintah Kota Bekasi, Senin (7/9/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robet T.P. Siagian bersama sejumlah kepala perangkat daerah. Pemerintah Kota Bekasi menyatakan komitmennya untuk mendukung program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup lansia.

Tri menilai bertambahnya usia tidak menghilangkan kemampuan seseorang untuk berkontribusi kepada masyarakat. Para lansia justru memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat menjadi modal penting dalam berbagai kegiatan sosial.

“Para lansia memiliki pengalaman dan potensi yang sangat besar. Karena itu, LLI harus menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, berkegiatan, bersosialisasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan di Kota Bekasi,” ujar Tri.

Selain menjaga produktivitas, aktivitas yang diselenggarakan LLI dinilai penting untuk memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan. Kesempatan berinteraksi secara rutin juga dapat membantu lansia menjaga semangat serta menjalani kehidupan dengan lebih sehat dan bahagia.

Tri berharap kepengurusan yang baru tidak berhenti pada penyusunan agenda organisasi. LLI diminta memetakan kebutuhan lansia di setiap wilayah agar program yang dijalankan tepat sasaran dan dapat dirasakan secara luas.

“Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu menghadirkan kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para lansia. Kita ingin mereka tetap sehat, bahagia, produktif, dan memiliki ruang untuk terus berkarya bersama masyarakat,” katanya.

Kolaborasi LLI dengan pemerintah daerah diharapkan memperluas akses lansia terhadap kegiatan kebugaran, kreativitas, dan sosial kemasyarakatan. Dengan pendekatan tersebut, lansia tidak semata-mata menjadi penerima manfaat, tetapi turut menjadi sumber pengalaman dan penggerak kehidupan sosial di Kota Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *